Sorottajam.com - Produsen otomotif asal Amerika Serikat, Ford, kembali mengumumkan program penarikan kembali (recall) terhadap 387.911 unit SUV setelah ditemukan potensi gangguan pada komponen kursi baris kedua yang dapat menyebabkan kursi bergerak atau terlipat tanpa disengaja.
Recall tersebut mencakup Ford Explorer model tahun 2020–2026 serta Lincoln Aviator model tahun 2020–2027 yang dilengkapi fitur easy-entry pada kursi baris kedua.
Ford menjelaskan bahwa masalah berasal dari bezel atau bingkai sakelar pengoperasian kursi yang dapat bergeser maupun terlepas akibat pemakaian normal. Kondisi tersebut berisiko membuat sakelar tetap berada dalam posisi aktif sehingga kursi dapat melipat atau bergeser ketika kendaraan sedang melaju.
Situasi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko cedera bagi penumpang, terutama apabila kendaraan mengalami benturan atau kecelakaan.
Program recall ini merupakan tindak lanjut dari kampanye serupa yang diumumkan pada Juni 2025. Saat itu, Ford mengidentifikasi adanya pemasangan bezel sakelar yang tidak sesuai spesifikasi oleh pemasok komponen, sehingga dealer diminta melakukan pemeriksaan sekaligus mengganti bagian yang bermasalah.
Namun, hasil evaluasi terbaru menunjukkan persoalan tersebut belum sepenuhnya terselesaikan. Pada akhir April 2026, Ford kembali menerima sejumlah laporan mengenai kursi yang bergerak sendiri pada kendaraan yang diproduksi setelah periode recall sebelumnya berakhir.
Perusahaan juga menemukan beberapa kasus serupa pada kendaraan yang sebenarnya telah menjalani proses perbaikan melalui program recall terdahulu. Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, Ford memutuskan memperluas cakupan recall hingga seluruh kendaraan yang diproduksi sampai 24 Juni 2026, saat desain komponen lama resmi dihentikan dari lini produksi.
Hingga pertengahan Juni 2026, Ford telah menerima 14 laporan terkait pergerakan kursi yang tidak disengaja. Delapan laporan berasal dari kendaraan yang sebelumnya belum termasuk dalam program recall, sedangkan enam laporan lainnya berasal dari kendaraan yang telah menerima perbaikan.
Meski demikian, perusahaan menyatakan belum menemukan adanya kecelakaan maupun korban cedera yang berkaitan dengan masalah tersebut. Ford juga mengungkapkan baru menerima satu pengaduan resmi yang disampaikan kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).
Sebagai langkah penyelesaian, seluruh kendaraan yang terdampak akan memperoleh penggantian bezel sakelar dengan desain terbaru yang diklaim lebih kuat dan lebih tahan terhadap penggunaan jangka panjang. Melalui pembaruan komponen tersebut, Ford berharap potensi gangguan serupa tidak lagi terjadi pada kendaraan yang telah diperbaiki.