IMG-LOGO
Tips & Edukasi

Mobil Terasa Bergetar Sampai ke Kabin? Ini Penyebab dan Solusinya

by Admin - 10 Nov 2025 0 Views
IMG

Sorottajam.com - Getaran pada mobil sebenarnya wajar dalam batas tertentu. Namun jika getarannya terasa kuat hingga masuk ke kabin dan mengganggu kenyamanan berkendara, hal ini bisa menjadi tanda ada komponen yang bermasalah. Berikut beberapa penyebab umum mobil bergetar beserta solusi yang bisa dilakukan.

1. Masalah pada Mesin dan Transmisi

Mounting mesin atau transmisi rusak

Karet mounting berfungsi meredam getaran mesin agar tidak menular ke bodi mobil. Jika karet ini aus, sobek, atau kendur, getaran mesin akan langsung terasa di kabin.

Solusi: Periksa kondisi mounting dan ganti bila terlihat retak atau sudah keras.

Putaran mesin tidak stabil (idle kasar)

Getaran bisa muncul saat mesin langsam akibat campuran udara dan bahan bakar tidak seimbang. Biasanya disebabkan oleh busi kotor, injektor tersumbat, throttle body kotor, atau sensor idle bermasalah.

Solusi: Lakukan tune-up, bersihkan throttle body, dan ganti busi bila perlu.

Kopling bermasalah (mobil manual)

Kampas kopling yang aus atau permukaannya tidak rata dapat menimbulkan getaran saat pedal kopling dilepas.

Solusi: Periksa kondisi kampas dan sistem kopling secara menyeluruh.

Oli transmisi kotor (mobil matic)

Oli transmisi yang kotor atau volumenya kurang dapat menimbulkan getaran dan hentakan saat perpindahan gigi.

Solusi: Ganti oli transmisi sesuai jadwal, biasanya setiap 40.000–60.000 km.

2. Masalah pada Roda dan Kaki-Kaki

Ban tidak seimbang (balancing)

Ketidakseimbangan roda dapat menyebabkan getaran di setir atau kabin pada kecepatan tertentu, biasanya antara 60–100 km/jam.

Solusi: Lakukan balancing di bengkel, terutama setelah mengganti ban atau velg.

Velg peyang atau bengkok

Sering menghantam lubang jalan dapat membuat velg berubah bentuk dan menimbulkan getaran berulang.

Solusi: Periksa velg di bengkel spooring, lakukan pelurusan atau ganti jika rusak parah.

Ban aus tidak merata atau benjol

Ban yang aus di satu sisi atau benjol pada dindingnya dapat membuat mobil bergetar bahkan pada kecepatan rendah.

Solusi: Ganti ban yang sudah rusak dan lakukan rotasi ban secara berkala.

Spooring tidak sejajar

Kesejajaran roda yang tidak tepat membuat mobil terasa tidak stabil dan menimbulkan getaran.

Solusi: Lakukan spooring setiap 10.000 km atau setelah menghantam lubang besar.

Komponen kaki-kaki aus

Bushing arm, ball joint, atau tie rod yang sudah longgar bisa menimbulkan getaran dan bunyi saat mobil melaju.

Solusi: Cek komponen kaki-kaki di bengkel dan ganti bila ada yang aus.

3. Getaran dari Sistem Rem

Piringan cakram tidak rata

Getaran biasanya terasa di pedal rem atau setir saat pengereman, menandakan permukaan cakram tidak rata.

Solusi: Lakukan perataan atau ganti cakram jika keausannya sudah parah.

Kampas rem tidak rata tekanannya

Kampas rem yang menekan tidak merata bisa menimbulkan getaran halus saat pengereman ringan.

Solusi: Bersihkan dan sesuaikan posisi kampas rem.

4. Komponen Lain yang Bisa Jadi Sumber Getaran

Driveshaft atau as kopel bermasalah (mobil RWD/AWD)

Jika getaran terasa di bawah kabin saat akselerasi, kemungkinan ada masalah pada kopel atau sambungan universal joint.

Solusi: Periksa dan ganti bearing atau komponen penghubung yang rusak.

Suspensi lemah atau shock absorber bocor

Suspensi yang tidak berfungsi baik membuat getaran dari jalan tidak terserap sempurna.

Solusi: Ganti shock absorber bila sudah bocor atau keras.

Knalpot longgar atau menyentuh bodi

Pipa knalpot yang longgar dapat menimbulkan getaran konstan atau suara dengung di kabin.

Solusi: Pastikan dudukan knalpot kencang dan tidak bersentuhan dengan bodi.

Tips Mengurangi Getaran Mobil

  1. Lakukan servis rutin termasuk tune-up dan pengecekan kaki-kaki.
  2. Gunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan.
  3. Lakukan rotasi dan balancing ban secara berkala setiap 10.000 km.
  4. Cek kondisi suspensi dan rem secara berkala.
  5. Segera periksa ke bengkel jika getaran terasa makin parah atau disertai bunyi tidak normal.


Artikel Terkait

View all

Advertisement

Tranding

Stay Connected