Sorottajam.com - Ikan peacock bass atau yang sering disebut ikan PBass mulai banyak dikenal di Indonesia, terutama di kalangan pemancing. Namun, muncul pertanyaan di masyarakat: apakah ikan ini aman dikonsumsi, dan seperti apa rasa dagingnya?
Secara umum, ikan peacock bass aman untuk dimakan. Ikan air tawar ini tidak memiliki racun alami dan bahkan sudah lama menjadi bahan konsumsi di berbagai negara, khususnya di Amerika Selatan. Selama ikan berasal dari perairan yang bersih dan dimasak hingga matang, risiko kesehatan relatif kecil. Seperti ikan lainnya, penting untuk memastikan proses pengolahan higienis guna menghindari bakteri atau parasit.
Dari segi rasa, ikan PBass memiliki cita rasa yang cukup disukai. Dagingnya gurih dengan sentuhan manis alami khas ikan air tawar. Aromanya juga tidak terlalu amis, sehingga cocok untuk berbagai jenis olahan. Banyak yang menyebut rasanya mirip perpaduan antara ikan nila dan kakap, namun dengan karakter yang lebih ringan.
Tekstur daging ikan ini juga menjadi nilai tambah. Dagingnya berwarna putih, padat, dan memiliki serat halus. Selain itu, ikan PBass tidak memiliki terlalu banyak duri kecil, sehingga lebih nyaman saat dikonsumsi, terutama bagi anak-anak maupun orang dewasa.
Dalam hal pengolahan, ikan peacock bass cukup fleksibel. Ikan ini bisa digoreng hingga kering, dibakar dengan bumbu kecap, dijadikan pepes, hingga dimasak sup. Teksturnya yang kokoh membuatnya tidak mudah hancur saat dimasak, sehingga cocok untuk berbagai resep tradisional maupun modern.
Menariknya, di Indonesia ikan ini juga dikenal sebagai spesies invasif yang banyak ditemukan di waduk dan sungai, seperti di Waduk Jatiluhur. Mengonsumsinya justru dapat membantu mengendalikan populasinya agar tidak merusak ekosistem ikan lokal.
Dengan rasa yang lezat, tekstur yang nyaman, serta keamanan yang terjamin jika diolah dengan benar, ikan peacock bass bisa menjadi alternatif sumber protein yang patut dicoba.