IMG-LOGO
Sorot Ekonomi & Bisnis

Tarif Impor AS dan Data Inflasi Jadi Penentu Arah Emas Pekan Ini

by Admin - 11 Aug 2025 0 Views
IMG

Sorottajam.com - Harga emas di pasar spot bergerak stabil pada awal pekan ini, sementara kontrak berjangka di Comex sempat mencetak rekor baru di sekitar US$3.534 per 100 troy ons.

Lonjakan ini terjadi setelah beredar laporan rencana Amerika Serikat menerapkan tarif pada impor emas batangan.

Namun, euforia tersebut cepat mereda. Fokus pelaku pasar kini beralih ke rangkaian data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini, memicu volatilitas di area psikologis US$3.400.

Pada awal sesi Asia, XAU/USD bahkan sempat menarik minat jual di kisaran US$3.390 seiring penguatan moderat dolar AS yang menekan komoditas berdenominasi greenback.

Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menilai sinyal teknikal emas mulai kehilangan tenaga.

“Pola candlestick dan pergerakan Moving Average menunjukkan momentum bullish melemah dibanding pekan lalu. Level US$3.400 menjadi rintangan terdekat untuk kelanjutan reli, sedangkan US$3.350 adalah penopang awal yang layak diawasi,” ujarnya.

Dari sisi fundamental, harga emas masih ditopang ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September, menyusul data tenaga kerja yang mengecewakan dan revisi turun untuk periode Mei–Juni. Komentar Gubernur The Fed Michelle Bowman yang menyinggung kerentanan pasar tenaga kerja dan potensi pemangkasan suku bunga lebih lanjut pada 2025 ikut memperkuat sentimen tersebut.

Dukungan juga datang dari Tiongkok. Data resmi menunjukkan People’s Bank of China menambah cadangan emas pada Juli, memperpanjang tren pembelian menjadi sembilan bulan berturut-turut. Arus pembelian bank sentral ini dinilai menjadi bantalan penting bagi harga emas di tengah ketidakpastian kebijakan global.

Meski demikian, pemulihan dolar AS dan potensi kenaikan imbal hasil obligasi jika inflasi kembali kaku dapat membatasi ruang penguatan bullion. Pasar kini menunggu kepastian arah dari rilis data CPI/PPI, klaim tunjangan pengangguran, penjualan ritel, dan sentimen konsumen University of Michigan.

Secara taktis, Andy menyarankan disiplin pada dua zona kunci: US$3.400 sebagai ambang validasi reli, dan US$3.350 sebagai pijakan pertahanan pertama. Penutupan harga di atas US$3.400 berpotensi memicu momentum kenaikan baru, sementara kegagalan menembusnya bisa membawa harga kembali terkonsolidasi atau terkoreksi.

Artikel Terkait

View all

Advertisement

Tranding

Stay Connected