IMG-LOGO
Sorot Pemerintahan

Tangsel Perkuat Mitigasi Musim Kemarau, Siapkan Cerobong Gas Metana di TPA hingga Sumur Air Dalam untuk Atasi Kekeringan

by Admin - 23 Jul 2026 0 Views
IMG

Sorottajam.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat langkah mitigasi menghadapi dampak musim kemarau, mulai dari pencegahan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang hingga penanganan krisis air bersih di wilayah yang mulai terdampak kekeringan.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, salah satu upaya yang tengah disiapkan adalah pembangunan cerobong pembuangan gas metana pada seluruh area landfill di TPA Cipeucang. Infrastruktur tersebut bertujuan mengurangi penumpukan gas metana di bawah timbunan sampah yang berpotensi memicu kebakaran.

"Saya sudah mintakan untuk dibuatkan cerobong dari bawah untuk membuang gas metana, sehingga walaupun ada percikan, tidak menyebabkan penyebaran api yang besar," kata Benyamin di Puspemkot Tangsel, Rabu (23/6/2026).

Menurutnya, pembangunan cerobong tersebut merupakan tindak lanjut atas masukan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk meningkatkan aspek keselamatan pengelolaan TPA, terutama pada musim kemarau ketika potensi kebakaran meningkat akibat akumulasi gas metana.

Selain memperkuat sistem mitigasi di TPA, Pemkot Tangsel juga terus mendorong percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Saat ini, proses pengadaan lahan seluas sekitar 2,4 hektare telah memasuki tahap sosialisasi kepada masyarakat setelah penetapan lokasi diterbitkan.

"Pengadaan lahannya saat ini sedang berjalan. Setelah penetapan lokasi keluar, kami langsung melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar proses pembangunan PSEL bisa berjalan sesuai tahapan," ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau dengan memperkuat koordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca. Koordinasi turut dilakukan dengan pengelola Bendungan Katulampa di Bogor guna memantau debit Sungai Cisadane yang menjadi salah satu sumber pasokan air bagi wilayah Tangerang Selatan.

Langkah tersebut dilakukan menyusul munculnya dampak kekeringan di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Sebanyak 147 kepala keluarga (KK) yang tersebar di enam RT mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat menurunnya ketersediaan sumber air.

Sebagai penanganan darurat, Pemkot Tangsel telah mendistribusikan sekitar 50.000 liter air bersih kepada warga terdampak.

"Kami sudah distribusikan kurang lebih 50.000 liter air bersih sampai kemarin. Yang terpenting sekarang adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung," kata Benyamin.

Ia menambahkan, pemerintah tidak hanya mengandalkan distribusi air bersih, tetapi juga menyiapkan solusi jangka menengah melalui pembangunan sumur air dalam yang dilengkapi toren berkapasitas besar di wilayah rawan kekeringan.

"Solusi jangka menengahnya, kami akan membangun sumur air dalam dengan toren yang besar seperti yang kita bangun di Perumahan Pesona Serpong. Harapannya, wilayah yang rawan kekeringan memiliki cadangan air yang cukup sehingga masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada distribusi air bersih ketika musim kemarau datang," tutup Benyamin. (Adv)

Artikel Terkait

View all

Advertisement

Tranding

Stay Connected