Sorottajam.com - Lesunya ekonomi nasional mulai mengguncang industri rokok. PT Gudang Garam Tbk (GGRM), salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia, kini berada dalam tekanan berat setelah harga sahamnya anjlok tajam dari level Rp90.000 menjadi hanya Rp9.600 per lembar.
Anjloknya saham GGRM mencerminkan kondisi internal perusahaan yang tidak stabil, terutama akibat penurunan daya beli masyarakat yang berdampak langsung pada merosotnya penjualan rokok.
Baca Juga: APBN April 2025 Catat Surplus Rp4,3 Triliun, Pemerintah Optimistis Hadapi Tantangan Ekonomi
Tekanan ini memaksa perusahaan untuk menghentikan sementara pembelian tembakau dari Temanggung, yang selama ini menjadi salah satu daerah penyuplai utama.
Bupati Temanggung, Agus Setyawan, yang baru saja mengunjungi pabrik Gudang Garam di Kediri bersama DPRD dan Komite Pertembakauan Temanggung, mengungkapkan kekhawatirannya.
Ia menyebut, selain penjualan yang tertekan, stok tembakau Gudang Garam juga saat ini sangat melimpah cukup untuk kebutuhan produksi hingga empat tahun ke depan.
"Ini pukulan berat bagi petani tembakau Temanggung," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Baca Juga: Alfamart Resmi Akuisisi Waralaba Lawson Indonesia Senilai Rp 200 Miliar
Merespons kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Temanggung tengah menjajaki pembentukan kawasan industri hasil tembakau (KIHT) untuk mendukung pelaku UMKM lokal.
"Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru dan menjaga roda industri pertembakauan tetap berputar," kata Agung.
Agung melanjutkan, Pemkab juga sudah mulai berkoordinasi dengan Bea Cukai untuk mendapatkan kemudahan dalam pengurusan cukai, demi mempercepat realisasi kawasan industri tersebut. (Ihy)