IMG-LOGO
Sorot Pemerintahan

Pemkot Tangsel Siap Bangun PSEL Cipeucang Akhir 2025, Proyek Strategis Senilai Rp 2,6 Triliun

by Admin - 15 May 2025 0 Views
IMG

Sorottajam.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menyatakan optimistis bahwa pembangunan fasilitas Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, akan mulai terealisasi pada akhir tahun 2025.

Proyek strategis ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang atas permasalahan sampah sekaligus mendorong pemanfaatan energi terbarukan di kawasan perkotaan.

Sebagai langkah awal, Pemkot Tangsel telah menetapkan Konsorsium IEH-CNTY sebagai pemenang lelang proyek PSEL Cipeucang. Keputusan ini diumumkan secara resmi melalui surat Panitia Pengadaan Badan Usaha Nomor 000.3.3/044/PHPBU-PSEL/2025 yang dikeluarkan pada Senin, 24 Maret 2025. Sementara itu, Konsorsium GPE-AKP-SUS ditunjuk sebagai pemenang cadangan apabila konsorsium utama tidak dapat melanjutkan tahapan proyek.

PSEL Cipeucang ditargetkan mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan energi listrik sebesar 15,7 megawatt (MW). Fasilitas ini diharapkan tidak hanya mengurangi beban sampah di TPA Cipeucang yang kini sudah melebihi kapasitas, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya transisi menuju energi hijau di Kota Tangsel.

“Dengan KPBU ini, kita targetkan tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tapi juga mendorong energi ramah lingkungan,” ujar Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, dalam keterangannya awal bulan ini.

Skema KPBU dan Lingkup Kerja Sama

Proyek ini dijalankan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), di mana pemerintah menetapkan spesifikasi layanan, sementara badan usaha bertanggung jawab atas desain, pembiayaan, pembangunan, operasi, dan pemeliharaan infrastruktur. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menjamin keberlanjutan proyek dan efisiensi anggaran pemerintah.

Lingkup kerja sama KPBU untuk PSEL Cipeucang mencakup berbagai tahap penting, mulai dari perencanaan teknis, pembangunan fasilitas utama dan pendukung, pengelolaan keuangan proyek, hingga operasi dan pemeliharaan selama periode konsesi yang telah ditentukan.

Investasi Besar, Manfaat Jangka Panjang

Proyek ini merupakan kolaborasi antara perusahaan nasional dan mitra internasional dari Tiongkok, dengan nilai investasi mencapai Rp 2,6 triliun. Investasi tersebut mencerminkan keseriusan Pemkot Tangsel dalam mengatasi krisis sampah sekaligus menyongsong masa depan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Ini merupakan investasi besar untuk masa depan Kota Tangsel dan generasi berikutnya,” ujar Benyamin. “Sembari kita mengatasi persoalan sampah, kita juga targetkan ini untuk masa depan Kota Tangsel yang ramah lingkungan, kota yang mendukung energi hijau dan sesuai visi kita menjadi kota lestari tentunya.”

Baca Juga: Tangsel Gandeng Perusahaan China Bangun Pembangkit Listrik dari Sampah Senilai Rp2,65 Triliun

Kontribusi terhadap Target Nasional

Selain memberikan solusi lokal, keberadaan PSEL Cipeucang diharapkan turut mempercepat pencapaian target nasional dalam pengurangan timbunan sampah dan peningkatan penggunaan energi baru terbarukan di wilayah perkotaan. Proyek ini juga bisa menjadi percontohan bagi kota-kota lain di Indonesia yang menghadapi persoalan serupa.

Pemkot Tangsel berharap seluruh proses pengadaan, perencanaan, hingga pelaksanaan pembangunan PSEL ini bisa berjalan sesuai jadwal dan target yang telah ditetapkan. (Adv)

Artikel Terkait

View all

Advertisement

Tranding

Stay Connected