Sorottajam.com - Rencana pembangunan proyek transportasi Mass Rapid Transit (MRT) nyambung sampai ke Kota Tangerang Selatan (Tangsel) nampaknya makin jauh dari angin segar.
Pasalnya, Kementerian Perhubungan dan PT MRT (Perseroda) sendiri yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta terlihat angkat tangan dalam proyek tersebut.
Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, mengaku hingga saat ini belum ada pembicaraan intens lagi perihal proyek MRT tembus ke Tangsel.
Adita pun mengatakan, untuk pendanaan proyek tersebut diserahkan pada Pemerintah Daerah masing-masing. Dari pusat, kata dia, bisa mendanai namun dengan skema pinjaman.
"Jika dari anggara Pemda tidak mencukupi, dari pusat bisa membantu namun Pemda harus bisa menanggung 51 persen dari total pinjaman yang diberikan. Sedangkan pusat menanggung 49 persen. Pada prinsipnya, rencana ini memerlukan kesiapan dari Pemda masing-masing," ujar Adita, dikutip dari Akurat.co, Jumat (12/7/2024).
Terpisah, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, mengatakan bahwa nasib kelanjutan rute MRT hingga Tangsel berada di tangan Kemenhub.
"Support dari pemerintah pusat dalam hal ini kementerian Perhubungan. Jadi itu sebenarnya project itu, plan-nya, semua berada di Kemenhub," ungkap Tuhiyat di Wisma Nusantara, Jakarta, Kamis (11/7/2024).
Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jakarta, lanjutnya, fokus PT MRT saat ini adalah membangun infrastruktur di Jakarta.
"Sehingga saat ini memang fokusnya adalah membangun infrastruktur di wilayah DKI Jakarta," paparnya.
Dari pernyataan kedua pihak tersebut, Pemkot Tangsel seakan ditinggalkan. Sedangkan untuk membangun MRT tembus Tangsel membutuhkan anggaran yang sangat besar. (Ihy)