Sorottajam.com - Selain Ortodonti, RSU Kota Tangerang Selatan (Tangsel) juga kini telah membuka pelayanan baru, yaitu Neonatologi yang dikhususkan untuk bayi baru lahir dengan kelainan.
Di rumah sakit, layanan neonatologi sebenarnya sudah tersedia sejasejak lama, namun sebelumnya perawatan neonatologi terbatas di ruang rawat intensif bagi bayi yang baru lahir.
"Perawatan ini mencakup bayi prematur, bayi dengan kelainan bawaan seperti kelainan jantung, atau bayi yang mengalami infeksi serius. Bayi-bayi ini dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU)," kata dokter spesialis anak subspesialis Neonatologi RSU Tangsel, dokter Arum Gunarsih, Kamis (14/11/2024).
Dijelaskan dokter Arum, sebelum adanya poli neonatologi khusus, bayi yang dirawat di NICU biasanya setelah sembuh akan kontrol ke dokter spesialis anak lain.
Namun, dengan adanya poli neonatologi ini bayi yang pulang dari NICU atau bayi baru lahir dengan kebutuhan khusus dapat melanjutkan kontrol langsung ke dokter yang sebelumnya menangani mereka di NICU.
"Hal ini untuk menghindari bayi yang masih sangat rentan dicampur dengan anak-anak yang lebih besar yang mungkin sedang sakit, seperti batuk pilek, yang bisa menularkan infeksi," ujariya.
"Poli neonatologi ini ditujukan bagi bayi baru lahir hingga usia satu bulan. Setelah itu, mereka akan melanjutkan kontrol ke dokter spesialis anak lain sesuai kebutuhannya," imbuhnya.
Umumnya, kata dokter Arum, bayi baru lahir dalam kondisi sehat langsung menangis dan bisa menyusu, tetapi sekitar 10 persen dari bayi yang lahir mungkin memiliki masalah kesehatan tertentu.

Misalnya, beberapa bayi bisa mengalami kuning (jaundice) dalam beberapa hari pertama setelah lahir. Bayi dengan jaundice ringan biasanya cukup dirawat di ruang perawatan perinatologi dengan fototerapi (disinar).
"Namun, bayi dengan masalah serius atau dalam kondisi kritis akan dirawat di NICU, di mana mereka mungkin memerlukan alat bantu napas, oksigen, dan prosedur perawatan intensif lainnya," terangnya.
Menurut dokter Arum, untuk bayi prematur didefinisikan sebagai bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Biasanya, bayi prematur memiliki berat badan di bawah 2,5 kilogram atau disebut berat badan lahir rendah.
"Idealnya, bayi cukup bulan lahir dengan berat lebih dari 2,5 kilogram, sementara bayi yang terlalu kecil atau terlalu besar (misalnya, bayi dengan obesitas) juga dapat menghadapi risiko kesehatan tertentu," katanya.
Untuk perkembangan optimal, bayi sebaiknya lahir cukup bulan, yaitu antara 37–40 minggu kehamilan, dengan berat ideal sekitar 2,5 hingga 3,5 kilogram.
Bayi yang lahir terlalu kecil atau terlalu besar memiliki risiko kesehatan, termasuk risiko yang mirip dengan orang dewasa obesitas atau kekurangan berat badan.
"Menangis saat lahir juga menjadi tanda bahwa bayi mampu bernapas dengan baik. Jika bayi tidak menangis, ini bisa menjadi tanda bahwa bayi mengalami kesulitan bernapas dan membutuhkan bantuan medis segera," jelas dokter Arum.
"Kehamilan umumnya berlangsung antara 37 hingga 40 minggu. Jika bayi belum lahir hingga mendekati 41 minggu, biasanya dokter akan mempertimbangkan tindakan untuk membantu persalinan, karena fungsi organ dan plasenta bisa menurun setelah 40 minggu," pungkasnya. (Adv)