Sorottajam.com - Sebanyak 79 desa dan kelurahan di Jawa Barat tercatat menjadi lokasi mangkal para pekerja seks komersial (PSK).
Data ini diperoleh dari hasil survei lapangan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei 2024 lalu.
Berdasarkan laporan tersebut, jumlah desa atau kelurahan dengan keberadaan PSK ini setara dengan 1,33 persen dari total 5.877 desa dan kelurahan di Jawa Barat. Sebaran lokasi tersebut tersebar di 19 kabupaten/kota, dengan Kabupaten Bekasi menempati posisi pertama.
"Bekasi tercatat memiliki 17 desa dan kelurahan yang menjadi lokasi aktivitas PSK, disusul Kabupaten Indramayu di posisi kedua dengan 13 lokasi," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat, Siska Gerfianti, Rabu (12/2/2025).
Siska menjelaskan bahwa pendataan dilakukan untuk memetakan kondisi sosial di masyarakat serta menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengambil langkah kebijakan terkait perlindungan perempuan dan anak, serta upaya penanganan terhadap praktik prostitusi.
“Pendataannya dilakukan bulan Mei 2024. Data ini penting sebagai bahan kajian bagi kami untuk menentukan program intervensi sosial ke depan,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui DP3AKB juga berencana memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta lembaga sosial dalam upaya menekan praktik prostitusi dan memberikan pendampingan bagi para PSK agar dapat beralih profesi.
Siska menambahkan bahwa faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab utama tingginya praktik prostitusi di beberapa wilayah, terutama daerah yang memiliki kawasan industri serta jalur lalu lintas strategis.
“Kami juga mendorong program pemberdayaan ekonomi bagi perempuan rentan, supaya mereka memiliki alternatif pekerjaan yang lebih aman dan layak,” tutup Siska. (Ihy)