Sorottajam.com - Proyek pembangunan Bandara Bali Utara akhirnya menunjukkan tanda-tanda dimulainya realisasi setelah sempat tertunda selama hampir satu dekade.
Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko, menegaskan bahwa proses groundbreaking atau peletakan batu pertama hanya tinggal menunggu penjadwalan resmi.
“Tahun ini harus mulai. Sekarang tinggal menunggu waktu pelaksanaan saja. Penetapan lokasi (penlok) sudah dipersiapkan oleh Kementerian Perhubungan,” ujarnya optimis.
Dalam pelaksanaannya, PT BIBU Panji Sakti akan bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Kecil serta Pagoda Hotel & Resort Group. Erwanto juga menyebut, keberadaan bandara ini kelak akan menciptakan lebih dari 200 ribu lapangan kerja baru yang tersebar di berbagai sektor penunjang.
Menurut Erwanto, pembangunan bandara ini diperkirakan membutuhkan investasi sebesar Rp50 triliun. Dana tersebut akan digunakan tidak hanya untuk membangun terminal dan landasan pacu, tetapi juga untuk membentuk kawasan penunjang seperti aerotropolis, aerocity, dan konektivitas dengan jalan tol.
Erwanto menyampaikan bahwa seluruh pendanaan proyek bersumber dari investor swasta, termasuk mitra dari Tiongkok, tanpa melibatkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Pendanaan tidak menjadi persoalan, dan kami tidak menggunakan APBN, bahkan tidak satu rupiah pun,” katanya.
Diketahui, Bandara Bali Utara kini telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang menjadi landasan kuat untuk kelanjutan proyek. (Ihy)