Sorottajam.com - Ketegangan regional kembali meningkat setelah Israel melancarkan serangan udara ke Bandara Internasional Sanaa, Yaman, Kamis malam (waktu setempat).
Serangan tersebut menghancurkan satu-satunya pesawat sipil milik Yemenia Airways yang dijadwalkan mengangkut jemaah haji ke Arab Saudi.
Menurut pernyataan resmi militer Israel, serangan ini merupakan balasan atas dua rudal balistik yang ditembakkan kelompok Houthi ke wilayah Israel sehari sebelumnya.
Meskipun rudal-rudal tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, Israel menilai tindakan balasan diperlukan sebagai bentuk peringatan tegas.
Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menyebut serangan itu sebagai “langkah strategis untuk menetralisir ancaman terhadap keamanan nasional.” Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menambahkan bahwa Israel akan “membalas dengan kekuatan yang lebih besar” jika kembali diserang.
Bandara Sanaa, yang baru seminggu kembali beroperasi untuk melayani penerbangan haji, kini lumpuh total setelah dihantam empat rudal.
Pesawat Airbus satu-satunya milik Yemenia yang siap mengangkut jemaah mengalami kerusakan total, memupuskan harapan ratusan calon jemaah dari Yaman.
Juru bicara Yemenia Airways mengonfirmasi bahwa pesawat itu sedang dipersiapkan untuk keberangkatan perdana menuju Jeddah sebelum dihantam rudal.
Kelompok Houthi menilai serangan tersebut sebagai bentuk tekanan terhadap dukungan mereka terhadap Palestina.
“Israel ingin menggagalkan solidaritas kami dengan Gaza. Tapi kami tidak akan mundur,” ujar juru bicara militer Houthi melalui saluran resmi mereka.
Insiden ini menambah kompleksitas konflik Israel-Gaza yang telah berlangsung sejak Oktober 2023. Keterlibatan kelompok Houthi—yang didukung Iran—membuka potensi eskalasi kawasan yang melibatkan banyak pihak, termasuk negara-negara Teluk.
Pengamat internasional memperingatkan bahwa tindakan yang menargetkan fasilitas sipil, terlebih yang berkaitan dengan ibadah haji, dapat memicu kemarahan umat Islam secara lebih luas dan memperparah ketegangan antarnegara di Timur Tengah. (Ihy)