Sorottajam.com - Isu pelelangan sekitar 100 pulau di wilayah Maluku yang akan dilakukan di New York menuai sorotan publik. Proses ini disebut-sebut akan dilakukan oleh pihak swasta, yakni PT Leadership Islands Indonesia (LII), yang sebelumnya telah mengantongi kerja sama resmi dengan pemerintah daerah.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, memberikan klarifikasi bahwa PT LII sudah meneken nota kesepahaman atau MoU dengan pemerintah provinsi dan kabupaten terkait sejak 2015 silam. MoU itu bertujuan untuk mengembangkan kawasan kepulauan menjadi destinasi wisata ramah lingkungan (eco tourism).
Baca Juga: Kemanakah Kuota Internet yang Hangus Setelah Masa Aktif Tiba, IAW Duga Negara dan Konsumen Berpotensi Rugi Rp600 Triliun
"Tujuan awalnya adalah untuk mengembangkan wilayah tersebut agar tidak dibiarkan terbengkalai. Menurut saya, niat awalnya cukup baik," ujar Tito, Selasa (24/6/2025).
Namun, kata Tito, proyek ini sempat terhenti karena terkendala masalah pendanaan. Janji untuk membangun kawasan wisata berkonsep ekologis pun hingga kini belum terealisasi.
"Padahal kalau dijalankan, konsep seperti itu bisa mirip-mirip seperti Raja Ampat. Resort-resort ramah lingkungan bisa dibangun, manfaat ekonomi juga ada," tambahnya.
Baca Juga: Menantu di Sulsel Hamili Mertua hingga Melahirkan, Istri Sah Terpaksa Dicerai
Tito menyebutkan bahwa saat ini PT LII tengah mencari dukungan finansial dari pihak luar. Upaya lelang yang dilakukan di New York bukan bertujuan untuk menjual pulau-pulau tersebut, melainkan untuk menarik minat para investor asing.
“Pelelangan itu lebih ke arah mencari mitra modal, bukan untuk menjual wilayah negara. Itu sah-sah saja selama tidak melanggar aturan,” tegasnya. (Ihy)