Sorottajam.com - Indonesia mengirimkan 800 ton bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza, Palestina, melalui Satuan Tugas (Satgas) Garuda Merah Putih II.
Bantuan ini diberangkatkan Rabu (13/8/2025) menggunakan dua pesawat Super Hercules C-130-J milik TNI AU dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Pangkalan Aju di Yordania.
Bantuan yang terdiri atas makanan, obat-obatan, selimut, dan perlengkapan darurat itu akan disalurkan ke Gaza dengan metode airdrop, yakni menjatuhkan paket bantuan menggunakan parasut sekali pakai. Metode ini dipilih untuk memastikan bantuan dapat langsung menjangkau wilayah yang sulit diakses akibat blokade.
“Misi ini merupakan perintah langsung dari Bapak Presiden RI, di mana Indonesia berperan aktif mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan melalui operasi airdrop dari Pangkalan Aju Yordania,” ujar Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Krisis kemanusiaan di Gaza terus memburuk sejak Israel memberlakukan blokade total pada Maret 2025. Blokade tersebut memutus suplai makanan, obat-obatan, air bersih, bahan bakar, serta perlengkapan kebersihan.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Juli 2025, sekitar 470.000 warga Palestina mengalami kelaparan parah, termasuk 71.000 anak dan lebih dari 17.000 ibu hamil atau menyusui. Dalam lima bulan sejak blokade diberlakukan, sedikitnya 227 orang, termasuk 100 anak, meninggal akibat kelaparan dan malnutrisi akut.
Sejak Oktober 2023, lebih dari 60.000 warga Palestina, mayoritas perempuan, lansia, dan anak-anak, dilaporkan tewas akibat konflik yang berlangsung.