Sorottajam.com - Teheran meluncurkan serangan balasan gelombang ke-12 ke Israel pada Rabu malam (18/6/2025), dengan mengerahkan rudal balistik Sejjil bermuatan satu ton untuk pertama kalinya.
Rudal berat tersebut ditembakkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) ke berbagai target strategis di Israel, termasuk Tel Aviv.
Dalam pernyataannya, juru bicara militer Iran menyebut serangan ini sebagai awal dari “pembukaan gerbang neraka bagi rezim Zionis.”
Baca Juga: 140 Warga Gaza Tewas dalam Sehari, Dunia Beralih Fokus ke Perang Israel-Iran
Ia juga menyampaikan peringatan keras kepada warga Israel: "Kalian harus memilih: mati perlahan dalam neraka di dalam bungker, atau selamat dari hujan rudal tanpa henti selama 24 jam dengan melarikan diri secepat mungkin dari tanah yang dirampas oleh leluhur kalian."
Rudal Sejjil yang digunakan kali ini diklaim memiliki daya hancur jauh lebih besar dibanding rudal-rudal sebelumnya seperti Fattah-1. Iran mengklaim bahwa rudal ini menyasar fasilitas militer serta infrastruktur vital Israel.
Baca Juga: Swedia Kekurangan Sampah, Impor Limbah dari Luar Negeri untuk Dikonversi Jadi Energi
Di media sosial, sejumlah warga Israel mengabarkan dampak ledakan besar yang terjadi. “Itu ledakan paling dahsyat dan menyakitkan yang pernah saya alami,” tulis Misa Roumi, warga Tel Aviv, di platform X.
Namun, informasi visual tentang kerusakan sulit ditemukan karena pemerintah Israel mulai menerapkan sensor dan larangan penyebaran dokumentasi dampak serangan.
Tak hanya serangan fisik, Iran juga melancarkan serangan siber terkoordinasi yang menargetkan sistem pertahanan udara Israel, termasuk sistem Iron Dome.
Serangan ini dikabarkan melibatkan teknologi penyusupan elektronik tingkat tinggi yang berhasil membingungkan sistem deteksi rudal, membuatnya gagal mengenali ancaman secara efektif.
Baca Juga: Terlibat Kasus Narkoba, Disersi, Penipuan, Perselingkuhan, Nikah Siri, Hingga LGBT, 31 Anggota Polisi Dipecat
Serangan ini menandai eskalasi besar dalam konflik kedua negara dan memperlihatkan peningkatan tajam dalam kapabilitas militer dan elektronik Iran. (Ihy)