IMG-LOGO
Tips & Edukasi

Apakah Video Full Warna Bahaya Untuk Anak, Berikut Penjelasannya!

by Admin - 11 Feb 2025 6 Views
IMG

Sorottajam.com - Dalam era digital yang semakin maju, anak-anak semakin akrab dengan berbagai jenis tontonan di perangkat elektronik.

Salah satu tren yang banyak menarik perhatian adalah video dengan warna mencolok, gerakan cepat, dan suara yang atraktif. Namun, apakah tontonan semacam ini aman bagi anak kecil?

Stimulasi Berlebihan dan Dampaknya

Para ahli kesehatan anak memperingatkan bahwa tontonan dengan visual yang terlalu mencolok dapat menyebabkan stimulasi berlebihan pada otak anak. Psikolog anak, dr. Andi Wijaya, menjelaskan bahwa paparan video dengan perubahan cepat dan warna terang dapat membuat anak sulit fokus pada aktivitas yang lebih tenang, seperti membaca atau bermain imajinatif.

“Ketika anak terbiasa dengan rangsangan instan dari video seperti ini, mereka bisa mengalami kesulitan dalam mempertahankan perhatian pada tugas yang memerlukan konsentrasi lebih lama,” ujar dr. Andi.

Potensi Gangguan Tidur

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa paparan layar yang terlalu intens, terutama sebelum tidur, dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh untuk beristirahat. Hal ini bisa membuat anak sulit tidur dan berisiko mengalami gangguan tidur jangka panjang.

Konten Lebih Penting dari Warna

Meskipun video yang terlalu mencolok bisa berdampak negatif, para ahli menegaskan bahwa kualitas konten lebih penting dibandingkan sekadar warna atau efek visualnya. Video edukatif yang dibuat dengan baik masih bisa memberikan manfaat bagi perkembangan kognitif anak.

“Yang paling penting adalah memastikan anak menonton konten yang sesuai dengan usianya dan dalam durasi yang wajar,” kata dr. Andi.

Rekomendasi untuk Orang Tua

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bahwa anak di bawah 2 tahun sebaiknya tidak terpapar layar sama sekali, sementara anak usia 2–5 tahun sebaiknya dibatasi kurang dari satu jam per hari, dengan pengawasan orang tua.

Sebagai solusi, para ahli menyarankan orang tua untuk menyeimbangkan waktu layar dengan aktivitas lain seperti membaca buku, bermain di luar ruangan, atau melakukan kegiatan kreatif bersama anak.

Dengan pengawasan dan batasan yang tepat, anak tetap bisa menikmati hiburan digital tanpa mengorbankan perkembangan kognitif dan kesehatannya.

Artikel Terkait

View all

Advertisement

Tranding

Stay Connected