Sorottajam.com - Jalan tol dirancang untuk mempercepat mobilitas kendaraan dengan tingkat keselamatan yang tinggi. Namun, karakteristik jalan bebas hambatan yang memungkinkan kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi juga menuntut pengemudi untuk lebih disiplin dan waspada. Agar perjalanan tetap aman dan nyaman, ada sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan saat berkendara di jalan tol.
Sebelum memasuki jalan tol, pengemudi wajib memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima. Pemeriksaan tekanan ban, sistem pengereman, oli mesin, air radiator, lampu, serta bahan bakar menjadi langkah awal yang tidak boleh diabaikan. Kendaraan yang tidak siap berpotensi mengalami gangguan di tengah perjalanan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
Selama berkendara, kepatuhan terhadap batas kecepatan menjadi faktor utama keselamatan. Jalan tol memiliki ketentuan batas kecepatan minimum dan maksimum yang harus dipatuhi. Mengemudi terlalu lambat dapat menghambat arus lalu lintas, sementara kecepatan berlebih meningkatkan risiko kecelakaan fatal.
Penggunaan lajur juga harus sesuai fungsinya. Lajur kanan diperuntukkan khusus bagi kendaraan yang hendak mendahului. Setelah selesai menyalip, pengemudi dianjurkan kembali ke lajur kiri agar tidak mengganggu kendaraan lain yang melaju lebih cepat.
Menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan merupakan kebiasaan penting di jalan tol. Jarak yang cukup memberi waktu reaksi lebih panjang apabila terjadi pengereman mendadak atau situasi darurat. Kebiasaan ini sangat membantu mengurangi risiko tabrakan beruntun.
Konsentrasi penuh selama mengemudi tidak boleh terganggu oleh aktivitas lain. Penggunaan ponsel, makan, atau melakukan hal-hal yang mengalihkan perhatian dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Fokus pada kondisi jalan dan kendaraan sekitar menjadi kunci keselamatan.
Rambu dan marka jalan di jalan tol berfungsi sebagai panduan dan peringatan bagi pengemudi. Informasi mengenai kecepatan, jalur keluar, hingga kondisi jalan harus diperhatikan dengan saksama agar pengemudi dapat mengambil keputusan yang tepat.
Pengemudi juga dilarang berhenti sembarangan di jalan tol. Jika terjadi keadaan darurat seperti kendaraan mogok atau ban pecah, pengemudi harus segera menepi ke bahu jalan, menyalakan lampu hazard, memasang segitiga pengaman, dan menghubungi petugas tol untuk mendapatkan bantuan.
Penggunaan lampu kendaraan dan lampu sein yang benar turut berperan dalam keselamatan. Memberi isyarat saat berpindah lajur serta menyalakan lampu saat hujan lebat atau malam hari membantu pengemudi lain membaca pergerakan kendaraan.
Selain itu, kondisi fisik pengemudi juga harus diperhatikan. Mengemudi dalam keadaan lelah atau mengantuk sangat berbahaya. Oleh karena itu, pengemudi dianjurkan memanfaatkan rest area untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Terakhir, kesiapan pembayaran tol juga tidak kalah penting. Pengemudi perlu memastikan saldo kartu tol atau metode pembayaran elektronik mencukupi agar tidak menghambat arus kendaraan di gerbang tol.
Dengan memahami dan menerapkan aturan serta etika berkendara di jalan tol, pengemudi tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga berkontribusi pada keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jalan.