IMG-LOGO
Sorot Teknologi

China Tancap Gas Kemandirian Teknologi, Dongfeng Hadirkan SUV Listrik dengan Navigasi Satelit Beidou

by Admin - 29 Dec 2025 0 Views
IMG

Sorottajam.com - Industri otomotif China kembali menunjukkan ambisinya dalam membangun ekosistem teknologi mandiri. Dongfeng Aeolus resmi memperkenalkan Sky EV01, sebuah SUV listrik yang menjadi kendaraan penumpang pertama produksi massal di China yang mengandalkan sistem navigasi satelit Beidou, tanpa bergantung penuh pada GPS buatan Amerika Serikat.

Mengutip Carnewschina, sistem navigasi Beidou menawarkan keunggulan cakupan sinyal yang luas dan tingkat akurasi posisi tinggi, khususnya di kawasan Asia-Pasifik. Teknologi ini dirancang tetap stabil di wilayah terpencil atau area dengan sinyal terbatas, sehingga konektivitas kendaraan dan pemantauan posisi tetap terjaga. Hal tersebut dinilai meningkatkan aspek keselamatan sekaligus kenyamanan berkendara.

Dari sisi produk, Sky EV01 hadir sebagai SUV listrik kelas menengah dengan dimensi panjang 4.670 mm, lebar 1.900 mm, dan tinggi 1.613 mm, serta jarak sumbu roda 2.775 mm. Mobil ini ditawarkan dalam dua konfigurasi motor listrik. Varian pertama menghasilkan tenaga 120 kW atau setara 161 daya kuda, sementara varian lebih bertenaga menyemburkan 160 kW atau sekitar 215 daya kuda.

Performa akselerasinya juga cukup kompetitif. Versi standar mampu melesat dari 0 hingga 100 km per jam dalam 8,6 detik, sedangkan varian performa tinggi mencatat waktu 6,9 detik.

Sky EV01 dipasarkan dengan banderol sekitar 120.000 yuan atau setara Rp282 jutaan. Untuk jarak tempuh, SUV listrik ini diklaim mampu menjelajah hingga 445 km atau 520 km berdasarkan standar pengujian CLTC, tergantung pada varian yang dipilih.

Beidou sendiri merupakan sistem navigasi satelit yang dikembangkan China sebagai alternatif global terhadap GPS milik Amerika Serikat. Sejak satelit pertamanya diluncurkan pada tahun 2000, Beidou berkembang pesat dan kini mengoperasikan 35 satelit aktif, melampaui jumlah satelit GPS yang saat ini berjumlah 31 unit.

Bersama GPS, Galileo dari Eropa, dan GLONASS milik Rusia, Beidou masuk dalam jajaran empat sistem navigasi satelit utama dunia. Bahkan, data menunjukkan bahwa di 130 dari total 195 negara anggota PBB, jumlah satelit Beidou yang dapat terdeteksi dari ibu kota negara tersebut lebih banyak dibandingkan satelit GPS.

Keunggulan utama Beidou terletak pada kemampuannya melakukan komunikasi dua arah. Berbeda dengan GPS yang hanya memancarkan sinyal satu arah, Beidou memungkinkan perangkat di bumi mengirim dan menerima sinyal. Fitur ini sangat krusial untuk kebutuhan darurat, operasi penyelamatan, hingga aktivitas di wilayah terpencil.

Saat ini, sistem Beidou telah terintegrasi pada lebih dari 480 juta kendaraan operasional di China dan dimanfaatkan secara luas di sektor transportasi, logistik, kelautan, hingga pertahanan. Selain itu, sebagian besar ponsel pintar modern juga telah mendukung teknologi ini melalui chipset mereka, termasuk produk dari Huawei, Xiaomi, Oppo, Vivo, dan berbagai merek lainnya.

Artikel Terkait

View all

Advertisement

Tranding

Stay Connected