IMG-LOGO
Tips & Edukasi

Masih Pakai Air Biasa di Radiator, Waspada Overheat dan Karat Mengintai

by Admin - 03 Feb 2026 0 Views
IMG

Sorottajam.com - Radiator merupakan salah satu komponen vital pada kendaraan bermotor yang berfungsi menjaga suhu mesin tetap stabil.

Namun, masih banyak pemilik mobil yang mengisi radiator dengan air biasa, seperti air keran atau air sumur, karena dianggap lebih praktis dan mudah didapat. Padahal, kebiasaan tersebut berpotensi menimbulkan berbagai masalah serius pada sistem pendingin dan mesin kendaraan.

Risiko Karat dan Kerak di Sistem Pendingin

Air biasa umumnya mengandung mineral seperti kapur dan zat besi. Jika digunakan secara terus-menerus, kandungan tersebut dapat mengendap dan membentuk kerak di dalam radiator, selang, hingga saluran pendingin mesin. Selain itu, air biasa juga dapat memicu korosi atau karat pada komponen berbahan logam, yang dalam jangka panjang bisa menyebabkan kebocoran radiator serta kerusakan pada water pump.

Pendinginan Mesin Menjadi Tidak Optimal

Meski air mampu menyerap panas, air biasa tidak dirancang untuk bekerja pada suhu tinggi mesin mobil. Titik didih air berada di kisaran 100 derajat Celsius, sementara suhu kerja mesin mobil dapat melampaui angka tersebut, terutama saat kendaraan terjebak kemacetan atau digunakan untuk perjalanan jauh. Kondisi ini meningkatkan risiko mesin mengalami overheat.

Tidak Ada Perlindungan Tambahan untuk Komponen Mesin

Berbeda dengan coolant radiator, air biasa tidak mengandung zat anti karat, anti busa, maupun pelumas. Akibatnya, komponen penting seperti water pump, seal, dan saluran pendingin menjadi lebih cepat aus karena tidak mendapatkan perlindungan yang memadai.

Air Biasa Hanya untuk Kondisi Darurat

Penggunaan air biasa sebenarnya masih dapat dilakukan dalam kondisi darurat, misalnya ketika coolant radiator habis di tengah perjalanan dan tidak tersedia bengkel atau toko onderdil. Namun, penggunaan ini bersifat sementara. Pemilik kendaraan disarankan segera menguras sistem pendingin dan menggantinya dengan coolant radiator sesegera mungkin.

Coolant Radiator Jadi Solusi Terbaik

Untuk perawatan jangka panjang, penggunaan coolant radiator khusus sangat dianjurkan. Coolant memiliki titik didih lebih tinggi, mampu mencegah karat dan kerak, serta membantu menjaga performa sistem pendingin tetap optimal. Jika terpaksa menggunakan air, air mineral atau air suling dinilai lebih aman dibandingkan air keran.

Kesimpulan

Mengisi radiator mobil dengan air biasa memang terlihat sepele, namun berisiko menimbulkan berbagai masalah serius seperti karat, kerak, hingga overheat mesin. Demi menjaga performa kendaraan dan mencegah kerusakan yang lebih besar, penggunaan coolant radiator tetap menjadi pilihan terbaik bagi pemilik mobil.

Artikel Terkait

View all

Advertisement

Tranding

Stay Connected