Sorottajam.com - Pemerintah Kecamatan Ciputat menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan dan kecamatan sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kelurahan Jombang, Kamis (29/1/2026), dengan melibatkan unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, anggota DPRD Kota Tangerang Selatan, perangkat daerah, serta perwakilan RT dan RW.
Lurah Jombang Iwan Sutisna menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang hadir dan terlibat dalam proses perencanaan pembangunan. Menurutnya, Musrenbang merupakan forum strategis tahunan untuk merumuskan kebutuhan pembangunan secara bertahap dari tingkat kelurahan hingga kota.
Ia menyebutkan, pagu anggaran Musrenbang Kelurahan Jombang pada RKPD 2026 tercatat sebesar Rp4,5 miliar, turun sekitar Rp300 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, pihaknya berharap seluruh usulan masyarakat yang telah dihimpun dalam Formulir F1 dapat dirumuskan secara optimal pada tahap F2 dan berlanjut ke tingkat berikutnya.
“Seluruh usulan pembangunan diharapkan dapat diselaraskan secara berkelanjutan agar benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujar Iwan.
Sementara itu, Camat Ciputat Mamat, SE, MM menekankan pentingnya Musrenbang sebagai ruang utama penyampaian aspirasi warga. Ia menyebutkan terdapat delapan anggota DPRD Kota Tangerang Selatan dari daerah pemilihan Ciputat yang dapat menjadi penghubung aspirasi masyarakat apabila usulan tidak terakomodasi melalui Musrenbang.
“Musrenbang ini menjadi dasar perencanaan pembangunan tahun 2027. Untuk Kelurahan Jombang, pagu anggaran sebesar Rp4,5 miliar harus dimanfaatkan secara tepat sasaran,” kata Mamat.
Menurutnya, penurunan pagu anggaran dipengaruhi menurunnya penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), yang menjadi salah satu komponen perhitungan alokasi Musrenbang.
Dalam forum tersebut, Camat Ciputat menegaskan sedikitnya lima isu prioritas yang perlu menjadi fokus pembangunan wilayah, yakni penanganan stunting, pengelolaan sampah, pengendalian banjir, pengentasan kemiskinan, serta pemenuhan kebutuhan pendidikan anak.
“Khusus persoalan sampah, Ciputat menjadi perhatian karena memiliki tiga pasar tradisional dengan produksi sampah mencapai sekitar 100 ton per hari. Karena itu, penguatan bank sampah di tingkat RW harus didorong,” jelasnya.
Musrenbang Kecamatan Ciputat diharapkan mampu menghasilkan rumusan program pembangunan yang responsif, terukur, dan selaras dengan kebutuhan riil masyarakat Kelurahan Jombang serta wilayah Ciputat secara keseluruhan.