Sorottajam.com - Ilmu pengetahuan modern mengungkap bahwa manusia secara harfiah berasal dari pecahan bintang.
Unsur-unsur kimia yang menyusun tubuh manusia, seperti karbon, oksigen, nitrogen, kalsium, dan besi, terbentuk miliaran tahun lalu di dalam inti bintang-bintang besar.
Melalui proses fusi nuklir, bintang-bintang tersebut menciptakan berbagai unsur berat. Ketika bintang kehabisan bahan bakar, ia meledak dalam peristiwa supernova, melepaskan unsur-unsur itu ke ruang angkasa. Awan gas dan debu hasil ledakan inilah yang menjadi bahan dasar pembentukan sistem tata surya, termasuk planet Bumi.
Seiring waktu, unsur-unsur tersebut bergabung membentuk senyawa kimia yang mendasari munculnya kehidupan. Dari proses panjang inilah, makhluk hidup termasuk manusia akhirnya terbentuk. Dengan kata lain, elemen pembentuk tubuh manusia berasal dari peristiwa kosmik yang terjadi jauh sebelum Bumi ada.
Temuan ini memperkuat pandangan bahwa manusia adalah bagian dari alam semesta, tidak hanya secara biologis, tetapi juga secara kosmik. Proses terbentuknya kehidupan di Bumi tidak dapat dipisahkan dari sejarah bintang-bintang yang telah lama mati. (Ihy)