IMG-LOGO
Tips & Edukasi

Mengapa Idul Adha Terasa Lebih Singkat dari Idul Fitri, Ini Penjelasannya!

by Admin - 30 May 2025 0 Views
IMG

Sorottajam.com - Idul Adha dan Idul Fitri merupakan dua hari besar dalam Islam yang dirayakan setiap tahun. Secara keagamaan, Idul Adha memiliki rangkaian ibadah yang lebih panjang.

Namun dalam praktik keseharian, masyarakat justru sering merasakan bahwa Idul Fitri berlangsung lebih lama.

Perbedaan ini berkaitan erat dengan aspek ritual keagamaan dan kebijakan cuti bersama yang diterapkan pemerintah.

Rangkaian Ibadah Idul Adha

Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Zulhijjah dalam kalender Hijriah dan merupakan puncak dari serangkaian ibadah haji.

Dimulai dari 8 Zulhijjah (hari Tarwiyah), 9 Zulhijjah (hari Arafah), hingga 13 Zulhijjah (akhir Hari Tasyrik), suasana religius Idul Adha berlangsung selama hampir satu pekan. Dalam periode ini pula umat Islam melaksanakan penyembelihan hewan kurban, yang dapat dilakukan dari tanggal 10 hingga 13 Zulhijjah.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadikan Idul Adha sebagai momentum ibadah yang berdurasi panjang dalam ajaran Islam.

Cuti Bersama Menentukan Persepsi

Meski Idul Adha memiliki jangkauan ibadah yang lebih panjang, cuti yang diberikan untuk perayaannya umumnya jauh lebih singkat.

Pemerintah biasanya hanya menetapkan satu hari libur nasional, dan dalam beberapa tahun hanya menambahkan satu hari cuti bersama. Hal ini kontras dengan Idul Fitri, yang hampir setiap tahun didukung oleh rangkaian cuti bersama selama 4 hingga 7 hari, bahkan lebih jika bersambung dengan akhir pekan.

Akibatnya, masyarakat cenderung merasakan suasana Lebaran berlangsung lebih lama. Waktu luang yang cukup panjang membuat kegiatan seperti mudik, silaturahmi, dan liburan bisa dilakukan secara menyeluruh, menjadikan Idul Fitri terasa lebih meriah dan berdampak secara sosial.

Aktivitas Sosial yang Tetap Hidup

Meski dengan cuti yang singkat, perayaan Idul Adha tetap diisi dengan aktivitas sosial yang padat. Kegiatan seperti penyembelihan hewan kurban, gotong royong, serta pembagian daging kepada masyarakat terus berjalan selama beberapa hari.

Namun karena sebagian masyarakat sudah kembali bekerja keesokan harinya, nuansa perayaan Idul Adha cenderung lebih singkat dan kurang terasa dibandingkan Idul Fitri.

Perbedaan antara Idul Fitri dan Idul Adha tidak hanya terletak pada esensi keagamaannya, tetapi juga pada bagaimana masyarakat menjalani hari-hari tersebut secara praktis.

Meskipun secara syariat Idul Adha lebih panjang, kebijakan cuti bersama membuat Idul Fitri terasa lebih lama dan lebih semarak dalam kehidupan sehari-hari. (Ihy)

Artikel Terkait

View all

Advertisement

Tranding

Stay Connected