Sorottajam.com - Mobil diesel dikenal tangguh dan irit bahan bakar. Namun, ada satu kondisi yang sangat ditakuti para pemilik kendaraan diesel, yaitu diesel runaway. Saat kondisi ini terjadi, mesin bisa meraung dengan putaran sangat tinggi dan tidak mau mati meski kunci kontak sudah dicabut.
Fenomena diesel runaway terjadi ketika mesin mendapatkan "bahan bakar tambahan" dari oli mesin yang masuk ke ruang bakar. Akibatnya, mesin terus berputar tanpa kendali dan bisa mengalami kerusakan parah dalam waktu singkat.
Salah satu penyebab paling umum adalah kebocoran pada turbocharger. Oli mesin yang seharusnya hanya berfungsi sebagai pelumas justru ikut terbakar di dalam mesin. Selain itu, diesel runaway juga bisa dipicu oleh kerusakan sistem injeksi, oli mesin yang berlebihan, atau kondisi mesin yang sudah aus.
Ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai. Mesin tiba-tiba meraung sendiri, RPM naik tanpa diinjak pedal gas, muncul asap putih atau biru tebal dari knalpot, dan mesin tetap hidup meski kontak sudah dimatikan.
Jika diesel runaway terjadi pada mobil transmisi manual, pengemudi bisa mencoba memasukkan gigi tertinggi sambil menginjak rem dan melepas kopling untuk mematikan mesin. Sementara pada kendaraan matik, cara paling efektif adalah menghentikan aliran udara ke mesin. Namun, tindakan ini harus dilakukan dengan hati-hati karena sangat berbahaya.
"Diesel runaway bisa menyebabkan kerusakan mesin total jika tidak segera ditangani. Dalam kasus ekstrem, komponen mesin bahkan dapat pecah akibat putaran yang terlalu tinggi," demikian peringatan yang kerap disampaikan para teknisi kendaraan diesel.
Lalu, mobil apa saja yang berpotensi mengalaminya? Pada dasarnya semua kendaraan diesel bisa terkena diesel runaway, terutama yang menggunakan turbocharger. Beberapa model yang cukup sering dikaitkan dengan kasus ini antara lain Toyota Fortuner Diesel, Toyota Kijang Innova Diesel, Mitsubishi Pajero Sport Diesel, Toyota Hilux, Ford Ranger, hingga berbagai truk dan bus bermesin diesel.
Meski terdengar mengerikan, diesel runaway sebenarnya bisa dicegah dengan perawatan rutin. Pemilik kendaraan disarankan untuk rutin memeriksa kondisi turbocharger, menjaga level oli tetap normal, serta segera memeriksakan kendaraan jika muncul gejala seperti asap biru atau konsumsi oli yang tidak wajar.
Jadi, jika suatu saat mesin diesel tiba-tiba meraung sendiri dan tidak mau mati, jangan panik. Kenali gejalanya dan segera lakukan langkah penanganan yang tepat agar kerusakan yang lebih besar bisa dihindari.