Sorottajam.com - Kasus Perseteruan mahasiswa Katolik Universitas Pamulang (Unpam) dengan warga di Jalan Ampera Rt. 007/002, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dianggap sudah kelar.
Hal itu berdasarkan pertemuan dan silaturahmi dari semua elemen, mulai dari kelompok Persaudaraan Timur Raya (Petir), perwakilan warga, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), TNI/Polri, Kementerian Agama, dan Mahasiswa Unpam.
"Intinya adalah pertemuan ini saling meminta maaf dan rekonsiliasi antara warga dan masyarakat yang sudah diselesaikan," ujar Walikota Tangsel, Benyamin Davnie di Rumah Dinas, Selasa (14/5/2024).
Menurut Benyamin, perseteruan tersebut merupakan pelajaran berharga bagi Tangerang Selatan dan dipastikan tidak akan terulang kembali.
"Ke depan agar tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini, Saya sudah mengambil langkah untuk pembinaan RT dan RW untuk memahami Tupoksi RT dan RW yang intinya adalah pada komunikasi dan penajaman," ucapnya.
"Tangsel adalah Rumah dan kota kita, maka harus memberikan manfaat bagi masyarakat banyak. Forum Kebangsaan, FKUB juga sudah bekerja kerasa untuk memberikan pemahaman-pemahaman soal moto Tangsel Cerdas, Modern, Religius (Cmore)," imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa trsebut terjadi pada Minggu 5 Mei 2024 sekitar pukul 20.00 WIB di sebuah kontrakan, di Jalan Ampera Rt. 007/002, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Aksi pengeroyokan tersebut dipicu lantaran warga sekitar merasa terganggu akibat keramaian mahasiswa tersebut.
Tak berselang lama, sejumlah oknum warga melakukan penyerangan. Beberapa menggunakan senjata tajam, sehingga mengakibatkan satu orang wanita berinisial A (19) terkena goresan. (Ihy)