Sorottajam.com - Pengusaha sukses negeri Beruang Panda Liu fei alias tommy (38 tahun) menceritakan peristiwa awal yang dialami hingga menjadi korban penganiayaan Dan Penyiraman Air Keras.
Berawalnya sebelum kejadian kasus ini, terdakwa meminjam uang sedikit secara sedikit tetapi yang akhirnya menjadi banyak karena tidak ada profit dan pengembalian uang akhirnya uang diminta kembali.
Sampai akhirnya pada saat di minta uangnya, korban di janji janji terus dan terjadilah tindak pidana penganiayaan.
"Ya, orang itu menipu saya banyak uang. Ketika saya mengetahuinya, saya memintanya untuk mengembalikan uang tersebut. Dia menolak untuk membayar kembali dan menemukan seorang pembunuh untuk membunuh saya di Indonesia sehingga dia tidak mau membayar saya kembali," tutur Tommy kepada wartawan melalui release yang diterima redaksi, Rabu (8/1/2025).
" Dia sengaja menyebarkan rumor bahwa saya memperkosanya," ucap Tommy.
Pembantu di rumah kemudian mengatakan bahwa sopirnya menyukai pembantu dan menyiramkan cairan asam ke tubuh saya untuk membalaskan dendam pembantu.
"Sungguh menciptakan ilusi bahwa semuanya tidak ada hubungannya dengan dia. Bahkan, dia membayar sopirnya untuk melakukan kekerasan terhadap saya" kata Tommy.
"Semua yang saya katakan adalah fakta. Pengadilan memiliki semua bukti," ujarnya.
Akibat penyiraman asam 35,% tubuh kulit dan wajah Tommy rusak, mata pun dibuat buta.
"Dan akibatnya perusahaan saya tutup, namun, pelaku hanya divonis satu tahun enam bulan karena menyuap hakim," ungkap Tommy.
Menurut Tommy penjahat itu menyuruh sopirnya berjongkok di dekat rumah Tommy selama lima belas hari dan kemudian menuangkan cairan asam ke tubuh Tommy ketika dia melihatnya.
"Ini adalah pembunuhan berencana, namun pengadilan menjatuhkan hukuman kepadanya karena penyerangan. Ya! terdapat cukup bukti untuk membuktikan bahwa pihak lain melakukan pembunuhan berencana," tegas Tommy
"Saya sekarang tidak bisa mengurus diri sendiri dan tidak bisa hidup sendiri. Saya harus memiliki seseorang yang menjaga saya setiap saat. Perusahaan saya terpaksa tutup karena cedera saya. Keluarga saya juga terbebani dengan hutang yang sangat besar karena biaya pengobatan atas cedera saya", ungkap Tommy.
"Dan Sekarang saya takut melihat foto-foto saya sebelum saya terluka. Butuh waktu lama bagi saya untuk tenang. Saya ditipu oleh sahabat saya dan dia menyebarkan rumor untuk menghancurkan reputasi saya dan menyiram saya dengan asam" terang Tommy.
"Dia pun mengambil uang saya untuk menyuap hakim dan hanya menjatuhkan hukuman kepada saya. Saya tidak akan pernah bisa menerima hasil ini satu tahun dan enam bulan" terang Tommy.
" Dan pelaku dari dalam sel penjara masih bisa mengancam akan membunuh saya ketika bebas bahkan ancaman dikirimnya
melalui chat we chat," tutup Tommy. (Ihy)