IMG-LOGO
Sorot Teknologi

Jangan Asal Beli Nissan Grand Livina Bekas, Ini Penyakit yang Wajib Diwaspadai

by Admin - 11 Oct 2026 0 Views
IMG

Sorottajam.com - Nissan Grand Livina menjadi salah satu pilihan mobil bekas yang masih diminati untuk kebutuhan keluarga. Mobil ini dikenal memiliki kabin yang cukup nyaman, suspensi empuk, serta mesin 1.500 cc yang memadai untuk penggunaan sehari-hari.

Meski demikian, calon pembeli perlu memperhatikan sejumlah hal sebelum memutuskan membeli Nissan Grand Livina bekas. Terlebih untuk unit yang usianya sudah lebih dari 10 tahun, kondisi mesin, transmisi, hingga kaki-kaki harus diperiksa secara menyeluruh agar tidak menimbulkan biaya perbaikan besar setelah transaksi.

Salah satu bagian yang perlu mendapat perhatian adalah sistem pendingin mesin. Calon pembeli disarankan memeriksa radiator, kipas pendingin, selang, serta kondisi cairan pendingin. Pastikan tidak ada kebocoran dan suhu mesin tetap stabil ketika digunakan.

Masalah overheat tidak boleh dianggap sepele karena dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin apabila dibiarkan. Karena itu, pemeriksaan sebaiknya dilakukan saat mesin dingin dan dilanjutkan dengan uji jalan hingga mesin mencapai suhu kerja.

Selain mesin, transmisi otomatis juga menjadi komponen penting yang harus diperiksa. Pada Grand Livina otomatis, terutama model tahun 2012, transmisi yang digunakan adalah otomatis konvensional empat percepatan, bukan CVT.

Saat melakukan pengecekan, perhatikan perpindahan tuas dari posisi parkir ke mundur maupun berjalan. Transmisi yang sehat seharusnya tidak menunjukkan hentakan keras, keterlambatan respons yang berlebihan, atau gejala selip ketika mobil berakselerasi.

Jika ditemukan gejala tersebut, calon pembeli sebaiknya meminta pemeriksaan lebih lanjut di bengkel spesialis sebelum mengambil keputusan. Kerusakan transmisi dapat membutuhkan biaya perbaikan yang cukup besar, tergantung pada sumber masalahnya.

Bagian berikutnya yang perlu diperiksa adalah kaki-kaki mobil. Grand Livina bekas yang sudah menempuh jarak cukup jauh berpotensi mengalami keausan pada bushing, shockbreaker, link stabilizer, maupun komponen kemudi.

Gejalanya dapat berupa bunyi gluduk ketika melewati jalan tidak rata, setir terasa kurang stabil, atau muncul getaran yang tidak biasa. Pemeriksaan di bengkel menggunakan alat pengangkat mobil dapat membantu mengetahui kondisi komponen tersebut secara lebih akurat.

Calon pembeli juga perlu memperhatikan engine mounting atau dudukan mesin. Komponen yang mulai melemah dapat menyebabkan getaran berlebihan, terutama saat mesin dalam kondisi langsam atau ketika transmisi berada di posisi D dengan pedal rem diinjak.

Namun, getaran mesin tidak selalu disebabkan oleh engine mounting. Gangguan pada sistem pengapian atau putaran mesin juga dapat menimbulkan gejala serupa sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Masalah lain yang patut diperhatikan adalah sistem pendingin udara atau AC. Pastikan AC tetap dingin ketika mobil berhenti maupun berjalan. Jika udara yang keluar kurang dingin, penyebabnya bisa berasal dari kebocoran refrigeran, kompresor, kondensor, evaporator, atau kipas pendingin.

Calon pembeli juga sebaiknya tidak langsung menerima solusi berupa penambahan freon tanpa mengetahui penyebab AC bermasalah. Apabila terdapat kebocoran atau kerusakan komponen, pengisian freon saja belum tentu menyelesaikan persoalan.

Pada bagian mesin, periksa pula kemungkinan kebocoran oli, suara yang tidak normal, serta kondisi langsam. Mesin yang sehat umumnya memiliki putaran stabil dan tidak menunjukkan gejala brebet saat pedal gas diinjak.

Jika lampu check engine menyala atau tenaga mesin terasa menurun, lakukan pemindaian sistem elektronik untuk mengetahui kemungkinan gangguan pada sensor, busi, koil pengapian, maupun komponen lainnya.

Tidak kalah penting, seluruh fitur kelistrikan harus diperiksa. Mulai dari power window, central lock, lampu, klakson, audio, hingga indikator airbag pada panel instrumen. Pastikan fitur-fitur tersebut bekerja sebagaimana mestinya.

Kondisi bodi dan interior juga tidak boleh luput dari pemeriksaan. Perhatikan kemungkinan bekas tabrakan besar, karat, perbaikan bodi yang kurang rapi, hingga tanda-tanda mobil pernah terendam banjir. Periksa pula kondisi jok, karpet, sabuk keselamatan, serta bagian bawah kabin.

Dari sisi administrasi, pastikan nomor rangka dan nomor mesin sesuai dengan dokumen kendaraan. Periksa status pajak, kemungkinan pemblokiran, serta kelengkapan STNK dan BPKB sebelum melakukan pembayaran.

Riwayat servis juga menjadi nilai tambah. Bukti penggantian oli mesin, perawatan transmisi, dan perbaikan sistem pendingin dapat membantu calon pembeli memahami bagaimana kendaraan dirawat oleh pemilik sebelumnya.

Untuk mendapatkan gambaran kondisi mobil yang lebih akurat, calon pembeli disarankan melakukan test drive. Uji kendaraan di jalan yang relatif mulus maupun tidak rata, perhatikan respons mesin, perpindahan transmisi, pengereman, dan kestabilan kemudi.

Jika memungkinkan, bawa mobil ke bengkel independen yang memahami kendaraan Nissan untuk menjalani pemeriksaan sebelum transaksi. Langkah ini dapat membantu mengidentifikasi kerusakan yang tidak terlihat saat pemeriksaan biasa.

Pada dasarnya, Nissan Grand Livina bekas masih dapat menjadi pilihan mobil keluarga selama kondisinya terawat dan sesuai dengan anggaran. Sejumlah komponen yang aus karena usia pemakaian tidak selalu menjadi alasan untuk membatalkan pembelian, tetapi perlu diperhitungkan sebagai bahan negosiasi harga.

Calon pembeli sebaiknya tidak hanya tergiur harga murah atau tampilan mobil yang masih menarik. Memeriksa kondisi mesin, transmisi, sistem pendingin, kaki-kaki, serta kelengkapan dokumen merupakan langkah penting agar mobil yang dibeli tidak justru menimbulkan pengeluaran besar setelah berpindah tangan.

Artikel Terkait

View all

Advertisement

Tranding

Stay Connected