Sorottajam.com - Memelihara anak ayam atau DOC (Day Old Chick) memang terlihat mudah. Namun, tidak sedikit orang mengalami anak ayam peliharaannya mati secara mendadak, bahkan hanya beberapa hari setelah dibeli.
Anak ayam yang masih berusia sangat muda memiliki daya tahan tubuh yang belum sempurna. Kondisi lingkungan, suhu kandang, makanan, hingga ketersediaan air minum menjadi faktor penting yang menentukan kelangsungan hidupnya.
Ada beberapa penyebab yang membuat anak ayam mudah sakit hingga akhirnya mati. Berikut penjelasannya.
1. Suhu Kandang Terlalu Dingin
Salah satu penyebab paling umum anak ayam mati adalah suhu lingkungan yang terlalu dingin.
Berbeda dengan ayam dewasa, anak ayam belum mampu mengatur suhu tubuhnya secara optimal. Karena itu, mereka membutuhkan tempat yang hangat, terutama pada minggu-minggu pertama setelah menetas.
Jika suhu terlalu rendah, anak ayam bisa mengalami kedinginan, menjadi lemas, bergerombol, dan kehilangan nafsu makan.
Untuk mengatasinya, pemilik bisa menyediakan lampu penghangat dengan suhu sekitar 32–35 derajat Celsius pada minggu pertama. Suhu kemudian dapat diturunkan secara bertahap sesuai pertumbuhan anak ayam.
2. Kekurangan Air Minum
Dehidrasi juga menjadi salah satu penyebab anak ayam mengalami penurunan kondisi kesehatan.
Tubuh anak ayam yang masih kecil lebih rentan kehilangan cairan. Jika tidak mendapatkan air minum yang cukup, anak ayam bisa menjadi lemas, tidak aktif, bahkan mengalami kematian.
Pastikan selalu tersedia air bersih dalam wadah yang dangkal agar mudah dijangkau dan tidak membuat anak ayam tercebur.
3. Pemberian Pakan yang Tidak Sesuai
Kesalahan dalam memberikan makanan juga dapat memengaruhi pertumbuhan dan kesehatan anak ayam.
Anak ayam sebaiknya mendapatkan pakan khusus DOC yang memiliki kandungan nutrisi sesuai kebutuhan pertumbuhannya.
Pemberian nasi, roti, atau sisa makanan manusia sebaiknya tidak dijadikan makanan utama karena belum tentu memenuhi kebutuhan nutrisi anak ayam.
Selain itu, pastikan pakan selalu tersedia dalam kondisi bersih dan tidak berjamur.
4. Kandang Terlalu Lembap dan Kotor
Kondisi kandang yang lembap dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan mikroorganisme penyebab penyakit.
Alas kandang yang terkena air minum atau kotoran perlu segera diganti. Pastikan tempat pemeliharaan tetap kering, bersih, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Kardus memang bisa digunakan sebagai tempat sementara untuk memelihara anak ayam. Namun, kebersihan dan kondisi alasnya harus selalu diperhatikan.
5. Kandang Terlalu Panas
Tidak hanya suhu dingin, kondisi kandang yang terlalu panas juga berbahaya bagi anak ayam.
Penggunaan lampu penghangat yang terlalu dekat dapat membuat suhu kandang meningkat secara berlebihan.
Anak ayam yang kepanasan biasanya terlihat menjauh dari sumber panas, membuka paruh, terengah-engah, dan melebarkan sayap.
Karena itu, pemilik perlu mengatur posisi lampu agar anak ayam tetap bisa memilih area yang nyaman.
6. Stres Akibat Perjalanan atau Perubahan Lingkungan
Anak ayam yang baru dibeli biasanya mengalami perubahan lingkungan secara mendadak.
Perjalanan jauh, perubahan suhu, penanganan yang kurang tepat, hingga perbedaan tempat pemeliharaan dapat memicu stres.
Kondisi tersebut bisa membuat anak ayam kehilangan nafsu makan dan menjadi lebih rentan terhadap penyakit.
Setelah dibeli, sebaiknya anak ayam segera ditempatkan di lingkungan yang hangat, tenang, dan memiliki akses mudah terhadap air minum serta pakan.
7. Terkena Penyakit atau Infeksi
Penyakit juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Anak ayam dapat terserang infeksi bakteri, virus, maupun parasit.
Gejalanya bisa berupa tubuh lemas, tidak mau makan, diare, kotoran menempel di sekitar kloaka, hingga kesulitan bernapas.
Jika ditemukan gejala tersebut, anak ayam yang sakit sebaiknya dipisahkan sementara dari kelompoknya dan diperiksa oleh dokter hewan.
Cara Mencegah Anak Ayam Mati Mendadak
Agar anak ayam dapat tumbuh sehat, pemilik perlu memperhatikan beberapa hal penting, mulai dari suhu kandang, kebersihan tempat pemeliharaan, ketersediaan air minum, hingga kualitas pakan.
Amati juga perilaku anak ayam setiap hari. Anak ayam yang merasa nyaman biasanya tersebar merata di dalam kandang, aktif bergerak, serta memiliki nafsu makan yang baik.
Sebaliknya, jika anak ayam bergerombol di bawah lampu, kemungkinan mereka merasa kedinginan. Apabila menjauh dari sumber panas dan terengah-engah, kondisi tersebut bisa menjadi tanda kepanasan.
Dengan perawatan yang tepat, risiko kematian pada anak ayam dapat dikurangi sehingga peluang untuk tumbuh sehat menjadi lebih besar.
Tambahkan tanda bahaya yang memerlukan dokter hewan