Sorottajam.com - Dokter Tirta dalam podcastnya bersama HAS Creative menyebut bahwa, orang yang suka begadang berarti dia tengah memperpendek umurnya.
Normalnya, orang dewasa memerlukan waktu tidur setidaknya 7 sampai 9 jam dalam sehari. Namun, orang yang begadang akan mengurangi waktu tidurnya menjadi kurang dari 6 jam atau bahkan tidak tidur sama sekali.
Dalam podcast itu juga Dokter Tirta mengatakan, organ dalam tubuh manusia mempunyai waktu istirahat dalam bekerja, yaitu pada sekitar jam 9 malam.
Artinya di jam 9 malam, sudah seharusnya mamusia beristirahat, tidak melakukan aktivitas makan, apalagi makanan berat. Dan sepatutnya juga tidak melakukan aktivitas alias tidur.
Keseringan begadang dapat berdampak negatif pada kesehatan. Beberapa efek negatif yang bisa terjadi antara lain:
1. Kelelahan dan menurunnya produktivitas:
Kurangnya tidur dapat menyebabkan kelelahan sepanjang hari, menurunkan konsentrasi dan produktivitas.
2. Masalah mental
Begadang sering dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan mental seperti depresi dan kecemasan.
3. Sistem kekebalan tubuh melemah
Kurang tidur dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.
4. Masalah kardiovaskular
Kekurangan tidur jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.
5. Gangguan metabolisme
Begadang dapat mengganggu metabolisme dan meningkatkan risiko obesitas serta diabetes tipe 2.
6. Masalah memori dan kognitif
Kurang tidur dapat mempengaruhi fungsi otak, termasuk memori dan kemampuan belajar.
7. Gangguan hormon
Kurangnya tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh, yang dapat mempengaruhi berbagai fungsi fisiologis.
Untuk menjaga kesehatan, penting untuk mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas setiap malam, idealnya antara 7-9 jam untuk orang dewasa. (Ihy)