Sorottajam.com - Paru-paru basah atau pneumonia merupakan salah satu infeksi pernapasan yang sering kali diabaikan, padahal bisa menimbulkan dampak serius jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Penyakit ini terjadi ketika kantung udara di paru-paru terisi oleh cairan atau nanah akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur.
Dokter Richard Lee, seorang dokter spesialis paru di Jakarta mengatakan, beberapa gejala utama paru-paru basah yang perlu diwaspadai di antaranya adalah batuk yang disertai dahak kental berwarna kuning atau hijau, demam tinggi yang datang tiba-tiba, sesak napas, hingga nyeri dada yang terasa tajam terutama saat bernapas atau batuk. Selain itu, penderita juga kerap mengalami kelelahan ekstrem dan keringat berlebih di malam hari.
Kondisi ini, kata dia, lebih sering terjadi pada anak-anak, lansia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
"Gejalanya mungkin tampak ringan pada awalnya, namun pneumonia dapat berkembang menjadi lebih parah jika tidak segera diobati. Komplikasi seperti gagal napas dan infeksi menyebar ke organ lain bisa terjadi," ujar Richard.
Penanganan pneumonia tergantung pada penyebabnya, bisa dengan pemberian antibiotik, antiviral, atau antijamur. Masyarakat diimbau untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala-gejala di atas, terutama setelah menderita flu atau infeksi saluran pernapasan lainnya.
Untuk mencegah pneumonia, vaksinasi, pola hidup sehat, serta menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan tangan dan mengenakan masker di tempat umum untuk mengurangi risiko tertular penyakit pernapasan. (Ihy)