Sorottajam.com - Masyarakat Indonesia nampaknya sudah sangat akrab dengan daun katuk. Pasalnya, tumbuhan tersebut pasti dikonsumsi terutama oleh seorang ibu pasca melahirkan.
Tujuan konsumsi daun katuk tersebut tidak lain adalah untuk meningkatkan produksi Air Susu Ibu (ASI).
Namun sekian manfaat di atas, ternyata daun dengan nama Latin Sauropus androgynus itu memiliki sederet manfaat kesehatan, antara lain:
1. Sumber Nutrisi
Mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin A, C, dan K, serta mineral seperti kalsium dan zat besi.
3. Meningkatkan Kesehatan Tulang
Kandungan kalsium yang tinggi membantu dalam menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis.
4. Antioksidan
Mengandung senyawa antioksidan yang membantu melawan radikal bebas dan mengurangi risiko penyakit kronis.
5. Meningkatkan Sistem Imun
Vitamin dan mineral dalam daun katuk dapat membantu memperkuat sistem imun tubuh.
6. Mengatasi Anemia
Kandungan zat besi dalam daun katuk membantu dalam produksi sel darah merah, sehingga dapat membantu mengatasi anemia.
Penggunaan daun katuk sebaiknya tetap dalam batas wajar dan sesuai anjuran, terutama untuk ibu menyusui dan ibu hamil.
Sementara itu, daun katuk bisa disajikan dalam berbagai cara. Berikut beberapa metode penyajiannya:
1. Sayur Bening
Daun katuk bisa dimasak sebagai sayur bening. Caranya, rebus air hingga mendidih, masukkan daun katuk, tambahkan bawang putih, bawang merah, dan garam. Masak hingga daun layu.
2. Tumis
Tumis daun katuk dengan bawang putih, bawang merah, dan sedikit cabai. Tambahkan garam dan sedikit gula untuk memberikan rasa. Masak hingga daun layu.
3. Sup
Daun katuk bisa ditambahkan ke dalam sup ayam atau sup kaldu lainnya. Tambahkan pada tahap akhir memasak agar daun tidak terlalu layu.
4. Jus
Daun katuk bisa dibuat jus dengan cara memblender daun dengan air, lalu saring. Jus ini biasanya dicampur dengan sedikit madu atau gula untuk menambah rasa.
5. Campuran dalam Sayur Lodeh atau Sayur Asem
Daun katuk bisa ditambahkan ke dalam sayur lodeh atau sayur asem untuk menambah nilai gizi dan variasi rasa.
Pengolahan daun katuk sebaiknya tidak terlalu lama agar kandungan nutrisi di dalamnya tidak banyak hilang. (Ihy)