Sorottajam.com - Banyak pengendara mobil menghadapi masalah setir yang terasa keras saat berbelok. Kondisi ini tak hanya mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan, terutama di jalan yang ramai atau saat parkir di area sempit.
Menurut sejumlah mekanik otomotif, ada beberapa penyebab umum yang membuat setir mobil menjadi keras:
1. Masalah pada Sistem Power Steering
Sistem power steering bertugas meringankan beban kemudi. Jika cairan power steering berkurang atau pompa power steering rusak, tekanan yang dibutuhkan untuk membantu pergerakan setir akan berkurang drastis.
2. Tekanan Ban Kurang
Tekanan udara yang tidak sesuai pada ban dapat meningkatkan gesekan antara ban dan permukaan jalan, membuat setir terasa lebih berat.
3. Komponen Suspensi dan Kemudi Aus
Bagian seperti ball joint, tie rod, atau steering rack yang aus atau rusak juga bisa menjadi penyebab utama. Komponen ini bekerja menghubungkan roda dan sistem kemudi sehingga kerusakan di salah satu bagian memengaruhi kelancaran manuver.
4. Penyelarasan Roda yang Buruk
Jika roda tidak sejajar, pengemudi akan merasa perlu mengerahkan tenaga ekstra saat memutar setir, terutama pada kecepatan rendah.
Solusi yang Disarankan
Periksa Cairan Power Steering: Pastikan cairan berada pada level yang sesuai dan tidak ada kebocoran.
Cek Tekanan Ban Secara Berkala: Selalu pastikan tekanan ban sesuai dengan spesifikasi kendaraan.
Pemeriksaan Rutin di Bengkel: Lakukan pengecekan komponen kemudi dan suspensi secara berkala untuk mendeteksi potensi kerusakan lebih dini.
"Setir yang keras sering kali menjadi tanda awal adanya kerusakan pada sistem kemudi. Jangan tunda untuk melakukan pemeriksaan, karena ini dapat memengaruhi keselamatan berkendara," ujar Andre, seorang mekanik dari bengkel otomotif ternama di Jakarta.
Dengan penanganan yang tepat, pengemudi dapat kembali menikmati kenyamanan berkendara dan menjaga keamanan di jalan raya. (Ihy)