IMG-LOGO
Tips & Edukasi

Studi Sebut Gen Z Merasa Lebih Tua di Usia 22, Milenial Merasa Muda Meski di Usia 30

by Admin - 30 Jun 2025 0 Views
IMG

Sorottajam.com - Di tengah tekanan hidup modern yang semakin kompleks, sebuah fenomena unik muncul di antara dua generasi besar: Gen Z dan Milenial.

Studi terbaru dari YPulse (2023) mengungkap bahwa banyak Gen Z merasa "terlambat" menjalani hidup bahkan di usia yang terbilang muda, yakni 22 tahun. Sebaliknya, Milenial justru merasa masih muda dan santai meskipun usia mereka telah melewati kepala tiga.

Generasi Z tumbuh dalam lingkungan digital yang serba cepat, di mana kesuksesan, healing, dan gaya hidup santai seolah harus dicapai sedini mungkin.

Tekanan untuk menjadi “produktif” sejak dini menciptakan apa yang disebut YPulse sebagai identity crisis. Banyak dari mereka merasa kelelahan emosional (burnout) bahkan sebelum benar-benar menjejak fase kehidupan dewasa.

Jean Twenge dalam bukunya iGen (2017) menyoroti tingginya tingkat kecemasan di kalangan Gen Z, yang dipicu oleh paparan media sosial dan perbandingan sosial yang konstan. Hal ini diperkuat oleh pendapat Jeffrey Arnett (2015), yang menggambarkan masa transisi menuju kedewasaan saat ini sebagai periode yang sarat tekanan dan ketidakpastian.

Di sisi lain, Milenial menunjukkan sikap yang nyaris bertolak belakang. Meski dihadapkan pada realitas ekonomi yang sulit dan beban hidup yang berat, mereka memilih untuk tetap young at heart.

Narasi “masih muda kok” menjadi semacam pelarian sekaligus bentuk perlawanan terhadap tuntutan kedewasaan. Buku The Atlantic: Essays on Age and Youth (2024) mencatat bahwa budaya healing, merawat inner child, dan adulting yang perlahan telah menjadi cara Milenial mempertahankan kewarasan dalam dunia yang terus berubah.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana usia biologis tidak selalu sejalan dengan usia emosional atau psikologis. Gen Z merasa tua sebelum waktunya karena tekanan zaman, sementara Milenial memilih tetap merasa muda sebagai bentuk bertahan hidup.

Di era yang terus berubah ini, cara tiap generasi memaknai usia dan kedewasaan tampaknya lebih ditentukan oleh beban sosial dan ekspektasi zaman, daripada angka di kartu identitas.

Artikel Terkait

View all

Advertisement

Tranding

Stay Connected