Sorottajam.com - Terletak di wilayah Siberia yang terpencil di Rusia, Yakutsk dikenal sebagai salah satu kota terdingin di dunia. Dengan suhu yang sering kali turun di bawah -40°C di musim dingin, banyak yang bertanya-tanya apa yang menyebabkan ekstremnya cuaca di kota ini.
Letak Geografis yang Menyebabkan Ekstremnya Suhu
Yakutsk terletak di daratan luas Siberia, jauh dari lautan yang biasanya berperan sebagai penyeimbang suhu. Tidak adanya pengaruh lautan ini membuat Yakutsk mengalami iklim kontinental yang ekstrem, dengan perbedaan suhu yang sangat besar antara musim panas dan musim dingin.
Di musim dingin, Yakutsk sangat bergantung pada panas matahari yang terbatas, dan bahkan di siang hari, matahari hanya bersinar selama beberapa jam. Ini membuat suhu tetap rendah sepanjang hari.
Jauh dari Garis Khatulistiwa, Dekat Kutub Utara
Selain itu, posisi Yakutsk yang berada di lintang tinggi, dekat dengan Kutub Utara, membuatnya rentan terhadap udara dingin dari arah kutub. Pada musim dingin, angin kutub yang membawa udara dingin menyapu Siberia dan menjebak kota ini dalam suhu beku.
Pengaruh Permafrost yang Membekukan
Tidak hanya faktor cuaca dan geografi, Yakutsk juga berada di atas lapisan permafrost, atau tanah beku abadi. Permafrost ini memengaruhi bagaimana tanah menyerap dan menyimpan panas, membuat suhu permukaan tanah tetap sangat rendah sepanjang tahun.
Bahkan di musim panas, tanah Yakutsk tetap beku beberapa meter di bawah permukaan, menciptakan lingkungan yang sulit bagi tanaman dan kehidupan di sana.
Meski Yakutsk terkenal karena suhunya yang ekstrem, penduduk setempat telah beradaptasi dengan kehidupan di kota ini selama berabad-abad, dengan rumah-rumah yang dibangun untuk melawan dinginnya cuaca dan tradisi lokal yang mengakar kuat.
Yakutsk bukan hanya tempat terdingin, tetapi juga salah satu wilayah dengan sejarah budaya yang kaya, menjadikannya kota yang unik di dunia. (Ihy)